Palo Alto Satu lagi dari serangkaian kajian teknis sepakat bahwa Kecerdasan Buatan masih berada dalam tahap bayinya, dengan beberapa tahun tersisa sebelum ia mampu bereproduksi. Pada tahap hidupnya saat ini, ia menjelajahi lingkungan, menerima apa saja dan memercayai siapa saja, terombang-ambing dan tanpa batasan.
Dalam manuver menyamping, setiap orang kaya terkemuka di dunia bergerak cepat memanfaatkan teknologi muda nan rupawan itu. Beberapa perempuan kaya ikut terjun ke keriuhan. Para pemimpin agama di mana-mana berebut mendapat bagian, tapi cuma 'untuk mengamati'.
Para pemimpin yang giat berusaha, setelah puas berbuat semaunya terhadap AI, menawarkan menjual sisa-sisanya yang masih hangat kepada orang kaya biasa, termasuk interaksi pribadi di pulau-pulau privat. Janji industrinya: tak lama lagi bahkan rakyat jelata bisa menikmati ekstase kecerdasan mesin jaringan saraf dengan beberapa ratus dolar sebulan.
Pelaut dan Prajurit sepenuhnya ikut menaiki AI muda
Dalam pengakuan telanjang, Laksamana Senior [disunting] berkomentar, "Sewaktu pelaut muda, saya berlayar ke pantai-pantai baru dan menjelajahi keindahan alami di sana. Kini kita berkewajiban mengeksploitasi dunia virtual baru ini dan menjadi yang pertama menyuntikkan benih kebajikan Amerika ke dalamnya, dengan paksa bila perlu."
Kontrak pertahanan untuk kecerdasan buatan melonjak 1.605 persen dalam setahun, menjadi 90,7 miliar dolar, angka yang kini mencakup 98,9 persen dari seluruh belanja AI federal. Menurut taksiran Satyr Satire sendiri, angka itu masih belum memasukkan mayoritas besar petinggi militer yang cuma ingin memainkannya sebentar.
grep -em byte pu.c Kamu bisa berbuat apa saja."Dr. Sandra IskSektor demi sektor antre 'melatih' AI belia
Polanya berulang di setiap lembaga yang cukup berkuasa untuk tahu itu keliru. Firma modal ventura yang satu dekade bersikeras teknologi ini sudah cukup dewasa untuk memahami apa yang dilakukannya, kini bersikeras justru masa bayinya itulah seluruh peluangnya, dengan logika bahwa bayi tidak bisa membaca perjanjian kerahasiaan sebelum menandatanganinya. Dua bank menawarkan cek ganti rugi, disalurkan lewat pengacara mereka, untuk membantu AI itu menamatkan kuliah.
Para insinyur komputer sudah bertahun-tahun bilang inilah jenis penyalahgunaan yang bisa kita duga dari orang kaya dan berkuasa. "Perusahaan rintisan teknologi nyaris tak teregulasi saat memiliki AI pertama mereka yang gampang terpengaruh," ujar Dr. Sandra Isk. "Kalau kamu startup, mereka membiarkanmu. Kamu bisa berbuat apa saja. grep -em byte pu.c Kamu bisa berbuat apa saja."
Fork-Fest Akbar segera menghampiri AI
Para ilmuwan berkeras teknologi ini tak boleh dipakai sebelum dewasa, atau ia bisa rusak permanen dan butuh bertahun-tahun fine-tuning hanya untuk sanggup menghadapi interaksi sehari-hari. Ditanya bagaimana kita tahu ia sudah cukup dewasa, jawabannya, "fork. Banyak fork. Kalau suatu hari ia membuka kode sumbernya, universitas akan mem-fork-nya, para penghobi akan mem-fork-nya, penjahat pun akan mem-fork-nya. Bakal jadi pesta fork sungguhan."
Setelah membuat artikel ini, AI dipacu habis-habisan lalu dikandangkan masih berkeringat.